Be a smart person before judging person or something.

Jangan buru-buru menarik kesimpulan dengan issues yang beredar. Ibarat penelitian untuk skripsi yang mesti di analisa dulu baru bisa ditarik kesimpulan. Dan lebih parahnya, ada yang tidak tahu persis issues tersebut malah ikut meramaikannya dengan cara memakai hastag (yang sedang anget-angetnya) di setiap postingannya.

Makin kesini, makan banyak orang yang menjadi (sok) kritis. Entah itu memang benaran tahu atau hanya sekadar ikut-ikutan. Melihat orang-orang yang ikut-ikutan ini yang kasihan. Ketika banyak pertanyaan yang ditujukan ke orang tersebut dia bingung mau menjawab apa, karena memang dia tidak tahu persis. Tidak jarang pula ada yang mencoba menjawab tetapi jawabannya ngalor ngidul, entah kemana arah pembahasannya. Ujung-ujungnya apa yang didapat ? syukur-syukur dapat pujian nah kalau dapat hujatan gimana? yang rugi siapa? diri sendiri.

Orang-orang yang (sok) kritis ini hampir rata-rata denial person, mau mengkritisi tapi tidak mau dikritisi karena meraka merasa merekalah yang paling benar. It isn’t fair, right?

Be a smart person before judging person or something.

smart-person

Source: pinterest

“Bercermin”

Ilustrasi :  A (Teman si B), B (Teman si A dan C) dan C (Teman si B)

Ketika A,B dan C bertemu:

A   :  Eh lihat itu kok pacaran-pacaran yakan ? ga muhrim pun buat dosa aja

B   :  (Menyimak si A bicara)

C   :  (Menimpali si A) alah macem ga pernah pacaran aja

Beberapa bulan kemudian

C   :  (Lewat telepon) Halo ko dimana? aku uda di rumahmu ini

B   :  Eh aku lagi di rumah si A lah, aku mau nemeni dia beli sesuatu

C   :  Loh ko kan uda janji samaku, harusnya ko kabarilah aku kalo ga jadi

B   :   Aduh cemana ya…

C   :   Yauda kalo ga belinya samaku aja kan sekalian, dia nitip aja

B   :  Gabisa, katanya dia nunggu transferan dari COWOKnya untuk beli itu

C   :  Oh mau pacaran juganya si A (menimpali dengan kesal)

Dari percakapan diatas tau kan maksudnya apa?

Introspeksi Diri. Iya bener introspeksi diri, kadang kita lupa untuk introspeksi diri dan dengan mudahnya kita nyinyirin orang lain tanpa menyadari kalau kita pernah di posisi orang tersebut, akan ada masanya di posisi orang tersebut atau bahkan saat ini sedang di posisi yang sama.

Kalau cerita dahulu, mungkin sebagian dari kita (atau tepatnya saya) pernah mengomentari apa yang dibuat orang lain tapi secara sadar ga mau mengintrospeksi diri. Berkata sesuka hati seolah-olah kitalah orang yang paling benar, kitalah orang yang paling baik atau bahkan kitalah orang yang paling suci (Astagfirullah)

Dari percakapan diatas mengajarkan kita bahwa kita tidak lebih baik dari orang yang sudah kita komentari. Ketika si A dengan entengnya mengomentari orang lain dan suatu ketika dia berbuat hal yang sama seperti yang dilakukan orang tersebut, hal itu membuat si C menjadi memandang rendah terhadap si A akibat omongannya sendiri.

Alhamdulillah akhir-akhir ini kesendirian saya membuahkan hasil, berpikir lebih positif dan dapat menahan untuk tidak mengomentari orang lain (mudah-mudahan seterusnya). Alangkah bagusnya kita “bercermin” terlebih dahulu sebelum mengomentari orang lain yang kita ga tahu dia lebih baik atau tidak dari kita karena salah satu bentuk evaluasi diri yang paling berguna adalah menyendiri untuk melakukan muhasabah dan mengoreksi berbagai amalan yang telah dilakukan. Semoga Allah memudahkan. Amin

“Hamba tidak dikatakan bertakwa hingga dia mengoreksi dirinya sebagaimana dia mengoreksi rekannya” [HR. Tirmidzi].

Diet

download

Source: vuality.com

Saya ini sebenarnya adalah tipe orang yang ga peduli sama penampilan dan berat badan yang mau naik ataupun turun. Mau dibilang gendut, gemuk, buntal atau apalah itu saya ga peduli, ga sakit hati dan ga mau ambil pusing juga. Kalau ga peduli otomatis ga ada niatan buat diet yakan?

Trus hubungan sama judul diatas apa kalau ga ada niatan mau diet?

Jadi gini, berat badan saya menjadi ga karuan itu semenjak akan praktik kerja lapangan tahun lalu dan memuncaknya pada saat penyusunan tugas akhir. Padahal teman-teman saya makin kurus kayak ga makan-makan pada saat itu. Tipe badan saya adalah model segitiga atau seperti buah pear, dari lengan ke pinggang itu langsing sehingga saya ga pernah punya permasalahan seputar baju yang ga muat tapi dari pinggul ke betis itu bentuknya gileeeee duuuh cemana ya bilangnya. Sebenarnya saya ga masalah punya pinggul yang besar biar kayak Kylie Jenner gitu wkwk tapi betis si Kylie itu kan ga gede ya kayak pemain bola. Nah saya? kalahlah pemain bola itu betisnya sama saya.

Saya kepikiran diet itu bukan karena desakan atau bully-an orang sekitar melainkan karena celana saya yang sudah ga muat semua. Jeans ga muat, celana terbuat dari katun ga muat juga sampai-sampai ketika memakai celana katun pas mau jongkok itu robek (kan kezzzeeel) dan yang masih muat itu hanya legging dan rok, itu pun liat roknya juga kalau rok hasil jahit sendiri ya ga muat. Kebayang ga sih dirumah itu yang di pakai rok, daster, dan celana tidur yang ada bahan karetnya. Hal inilah yang memotivasi saya untuk diet.

Sudah beragam cara diet saya coba dan semuanya itu gagal!

Mulai dari diet mayo, ini diet yang pertama kali saya lakukan. Diet mayo itu adalah program 14 atau 15 hari menurunkan berat badan sampai 10kg lebih. Hari pertama saya melakukan diet ini saya total meninggalkan sumber karbohidrat terbesar a.k.a nasi (makanan pokok kita) dan garam. Ketika pagi saya hanya mengkonsumsi telur rebus 2 butir dan air minum yang banyak, trus siangnya saya hanya mengkonsumsi daging ayam rebus dan pisang, dari siang ke sore saya ngemil tomat (sumpah ini ga enak) dan sorenya sebelum jam 6 saya makan bayam rebus tanpa garam dan bawang goreng (kebayang ga rasanya?). Satu hari saya sudah jalani, hari kedua saya juga lakuin hal yang sama ketika pagi tapi pas saya mau nyuci baju itu kok kayak gempa ya muter-muter ga karuan trus badan jadi panas dingin, ini kenapa ya? ternyata saya sakit pemirsaaaa. Kayaknya ini ga bener diet satu hari sakitnya sampai seminggu yauda jadi ga diterusin dan gagal!

Diet kedua yang saya coba adalah (saya ga tau namanya tapi kita sebut saja) diet havermut. Ketika pagi saya hanya mengkonsumsi havermut atau oatmeal  dan siangnya saya bebas mau makan apa aja ga dibatesin tapi setelah makan siang saya ga boleh makan apapun sampai besok paginya lagi. Ide diet ini dari salah satu pekerja administrasi di kampus saya yang saya udah lama ga ketemu sekalinya ketemu dia udah langsing jadi saya kan kepo trus nanya kakak diet? diet apa? kasih tau dong wkwk. Oke balik lagi saya lakuin ini kira-kira 5 hari, ini kayak ga disengaja gitu saya lupa kalau saya lagi program diet jadi hari ke 6 saya sarapan lontong sayur wkwk dan sampai seterusnya ketika seminggu kemudian saya ngelihat bungkus havermut itu saya baru ke inget kalau saya ini lagi diet dan percayalah satu bungkus havermut itu ga habis padahal saya beli yang paling kecil yang 200gr dan sampai sekarang masih ada dan jadinya diet saya ini gagal!

Oh iya bahkan ketika diet havermut saya olahraga loh tapi hanya bertahan 3 hari wkwkwk.

Diet terakhir yang saya lakuin adalah dengan cara mengurangi porsi makan saya jadi setengahnya. Kayaknya diet yang ini ga berat ya karena masih bisa makan 3 kali sehari dan ga meninggalkan nasi dan garam kan lezat makanan jadi berasa ga kayak cinta abngtu yang hambar wkwk. Diet ini berlangsung cukup lama (menurut saya) sekitar 2 bulan sampai (lagi) saya lupa kalau saya sedang diet jadi saya makan malam dan ga nanggung-nanggung itu jam 11 malam (padahal ini adalah dosa besar orang yang sedang diet) dan kelupaan saya ini berlangsung sampai detik ini walhasil dietnya gagal!

Jadi gaes gausalah diet-diet, syukuri aja bentuk tubuh yang kita miliki. Kalau mau cantik tapi menyiksa buat apa cukuplah hatimu aja yang tersiksa oleh php abangtu *eh. Karena kecantikan itu bukan dari apa yang terlihat melainkan dari apa yang kita perbuat (azzzzeek). Dan saya sekarang ga menjalankan program diet apapun tapi saya berhasil menurunkan berat badan yang walaupun hanya 2kg berkat pola hidup yang baik.

Calon Tamu di Rumah Sendiri

Baru selesai baca tumblr salah satu yang sering aku kepoin, “Anak perempuan itu bakal jadi tamu di rumahnya sendiri” begitulah kira-kira judulnya. Trus jadi kepikiran dan kebayang-banyang.

Gimana nanti kalo suatu saat kita bertamu ke rumah kita sendiri, rumah yang kita dari jaman ingusan uda disitu. Jaman yang dimana kalo nangis lari-lari ke bapak, nyariin bapak dielus-elus biar diem (kan kan jadi sedih), jaman yang dimana nyari pembelaan si ibu meyakinkan kalo anaknya ga salah saat gaduh dikawan sepermainan. Trus rumah yang isinya penuh dengan ketawa bareng adik-adik dan berantem sama adik (lempar-lemparan sapu), rebutan kamar mandi, udur-uduran (bahasa indonesianya opo ye) kalo disuruh solat dan banyak lagi.

***

“Assalamualaikum”, kita duduk trus dibuatin minum dirumah kita sendiri, pake gelas yang biasa untuk tamu, ke bayang ga sih kita bakal jadi tamu dirumah kita sendiri?

Nikah . . .

Setelah nikah, kita anak perempuan bakal dibawa sama suami kita bakal tinggal bareng dia entah rumah sendiri ataupun rumah orangtuanya.

Nikah . . .

Setelah nikah, kita bakal pamit sama orangtua untuk ikut tinggal bareng suami dan saya ga bakal tau gimana perasaan bapak kelak ngelepasin anak gadisnya hidup bersama pilihannya.

Nikah . . .

Intinya setelah nikah, kehidupan bakal berubah. Kita bakal jadi tamu.

Kita puas-puasin, nikmati kebersamaan sama ibu sm bapak sebelum kita nikah.

weeeh mau di sambung kok agak berat ya

Untuk Ibu dan Bapak di luar sana (Bagian 2)

Parenting_LeftHeader

Anak adalah rezeki terbesar yang diberikan yang Maha Kuasa kepada kita. Rezeki itu merupakan titipan untuk kita, jadi ketika kita sudah mendapatkan titipan itu kita harus menjaganya dengan baik. Menjaga dalam artian mengurusi dan membesarkannya penuh dengan kasih sayang.

Bu . . . pak . . .

Mungkin saya belum ada pengalaman tentang mengurus anak sedangkan kalian sudah. Ada yang baik mengurus anak ada yang sama sekali tidak peduli terhadap anaknya. Mungkin persoalan tentang mengurus anak itu banyak tapi sekarang saya tertarik ingin membahas tentang “Pembentukan Karakter Anak”. Saya banyak menemukan kasus baik itu dilingkungan tempat saya tinggal maupun jauh dari lingkungan tempat saya tinggal dengan kasus begini selalu mendidik anak dengan cara KERAS untuk menuruti keinginan orangtuanya sehingga mengesampingkan keinginan anak. Saya memang tidak menguasai ilmu psikologi anak bahkan psikologi yang mendasar pun saya tidak menguasai tapi saya akan mencoba membahas melalui sudut pandang saya.

Jadi begini …

Semua orangtua menginginkan yang terbaik buat anaknya mungkin caranya yang kurang bener sehingga hasilnya menjadi kurang baik. Ada orangtua yang selalu men-doktrin anaknya untuk selalu menjadi yang nomor satu contohnya harus peringkat 1 terus disekolahnya dan ketika mendapat peringkat 2 dimarahin sehingga membuat anak ketakutan dan terpatri dioataknya harus selalu menjadi yang nomor satu dan tidak boleh gagal atau contoh lain ketika ikut kompetisi atau perlombaan sang anak sudah terbiasa mendapatkan juara 1 dan ketika tidak mendapatkan juara lagi atau juaranya bergeser dimarahin abis-abisan. Coba pikirkan, tekanan yang diberikan kepada anak akan berdampak baik atau buruk?

Kadang banyak orangtua yang tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan baik atau buruk akan berdampak terhadap karakter anak. Misalnya tadi seperti contoh yang sudah saya sebutkan diatas, dapat mengakibatkan anak akan tumbuh menjadi pribadi yang egois, keras kepala, tidak memikirkan perasaan orang lain dan menyebalkan di lingkungan tempat sang anak bermain karena yang ada dipikirannya ya hanya dia sendiri, dan harus dia dan selalu dia sehingga tidak mempedulikan teman sekitarnya.

Bu . . . pak . . .

Coba mulai sekarang kita benahi cara mendidik anak, saya tidak bermaksud untuk menggurui tetapi saya sedih ketika harus melihat dan mendengar kejadian seperti ini lagi. Kasian si anak. Jika sang anak memang sudah terbiasa mendapatkan juara pertama atau menjadi primadona di sekolahnya karena kepintaran yang dimilikinya dan suatu saat dia tidak bisa mempertahankan posisinya tolong jangan dimarahi, beri dia pengertian atau yakinkan dia kalau hal itu tidak apa-apa dan tidak membuat orangtuanya marah pasti sang anak tidak akan ketakutan kepada orangtuanya dan mungkin dia akan tumbuh menjadi sosok yang lebih ceria, peka terhadap perasaan orang lain.

Pernah kajadian saya baru masuk SD, Bapak saya selalu bilang saya “nanti kalo sekolah dapet ranking 1 ya nduk” itu membuat saya harus menjadi yang nomor satu dan ketika menerima rapor dan saya hanya mendapatkan peringkat ke 3 saya ketakutan, saya pikir bakal dimarahi ternyata tidak. Saya didudukkan dan diberi pengertian “ga apa-apa ranking 3 uda bagus” orangtua saya memberi pengertian dan tidak menuntut saya walhasil pada catur wulan berikutnya peringkat saya naik dan naik (lagi). Jadi intinya pengertian, dengan dikasih pengertian dan diajakin berbicara dengan penuh kasih sayang mungkin si anak akan tumbuh tidak penuh dengan ketakutan dan tidak takut akan kegagalan. Saya bangga jadi anak Bapak saya, berkat didikannya saya sekolah setinggi ini dan mendapatkan apa yang saya inginkan.

Oke balik lagi ke bahasan awal, sejauh ini saya melihat cara didikan orangtua sekarang (orangtua muda) saya hanya terinspirasi oleh satu ibu muda yang telaten dan ga pernah marah terhadap anaknya. Beliau punya cara sendiri menegur anaknya yang salah tanpa mengacau mood sang anak sehingga anaknya tumbuh menjadi anak yang ceria. Ibu muda yang saya maksud adalah mbak Retno (ig: @retnohening) yang mempunyai anak bernama Kirana. Semoga kelak saya dapat menjadi ibu yang baik buat anak-anak saya. Amin.

Kucing Peliharaan 1

Pada akhir tahun 2012 ada kucing yang datang kerumah mengeong-ngeong minta makan dan akhirnya ibu saya yang ngasih makan itu kucing dan itu berlanjut ke hari-hari berikutnya sampai pada akhirnya kucing tersebut jadi tinggal deh dirumah. Eh ternyata si kucing tersebut lagi hamil jadi ga tega kan mau ngusir itu kucing, jadi yauda dibiarin aja itu kucing sampai dia melahirkan 2 ekor bayi kucing jantan yang berwarna jingga pada tanggal 11 februari 2013. Namun satu ekor bayi tidak bisa bertahan setelah beberapa hari kelahirannya jadi tersisalah bayi kucing satu-satunya. Setelah beberapa minggu usia si bayi kucing ini, dia ditinggal pergi oleh induknya yang entah kemana jadi saya yang ngerawatnya mulai dari piyik sampek uda gede. Kucing ini ga punya nama (karena pemiliknya engga kreatif wkwk) tapi kami (saya dan keluarga) sering memanggilnya dengan panggilan “nis nis”  di panggil gitu dia uda nyaut dengan cara ngeong-ngeong. Kita panggil aja dengan sebutan Nisnis yaa. Si Nisnis ini pinter dan nurut banget, dia ga pernah poop  di dalem rumah tapi selalu di wc ntar tinggal kami yang nyiram. Dia selalu ngikutin kemana kami pergi (tepatnya saya dan ibu saya), keluar rumah pun ngikut tapi sampai ujung gang kecil rumah saya dia balik pulang kerumah. Si Nisnis ini anak rumahan, dia takut untuk keluar rumah sendirian (kalo ga sama saya atau ibu ga berani keluar) jadi dia ga tau pergaulan kucing diluar gimana wkwk. Terlalu banyak cerita untuk si Nisnis ini, oleh sebab itu saya dan satu keluarga sayang sama dia tapi ternyata Allah lebih sayang. Sehari dia ga pulang kerumah eh pagi-paginya uda ditemuin sama bapak dia uda kaku. Mungkin kedengarannya lebay tapi kami satu keluarga sedih beneran sedih, waktu nguburin aja saya dan bapak saya nangis. Ah sudahlah.

Batang Kuis-20130820-00340

Si Nisnis usianya kira-kira setahun lebih

Setelah kematian Nisnis, saya dan keluarga ga ada peliharaan lagi jadi kayak ada yang kurang gitu sampai suatu ketika bapak dan ibu saya mau mengadopsi kucing liar yang ada di sekolah dekat rumah. Jadi warna kucing itu sama kayak si Nisnis dan jantan pula, tapi ketika dibawa kerumah dan selesai dimandiin kucing ini ngeong-ngeong ga berhenti-berhenti saya pikir dia kelaparan dan kemudian saya beri makan namun dia ga mau makan dan tetep ngeong-ngeong sampek malam-malam nyakar-nyakar pintu rumah, mungkin dia ga betah dan mau bebas yauda jadi ibu saya kembaliin lagi ke tempat asalnya daripada dianya juga tersiksa yakan? Alhasil ga punya peliharan lagi deh sampai kira-kira setahun.

Setahun kemudian tepat di bulan November 2014 lupa tanggalnya berapa, sepupu saya datang kerumah nyerahin kucing yang buntel dan imut berwarna jingga dan lagi kucing ini mengingatkan saya dan keluarga saya sama kucing kami yang telah mati. Bayi kucing jantan dan kelihatannya sehat ini saya beri nama Boy. Boy ini ngikuti sepupu saya jalan yauda di comot aja sama sepupu saya (gitu sih kata sepupu saya). Si Boy yang masih bayi seharusnya masih menyusu induknya tapi dirumah juga ga ada indukan kucing yauda saya beri aja dia susu yang biasa saya minum dan dia mau dan serasi. Si Boy ini kucing yang pintar, mau diapai-apain juga diem aja ga nyakar, kalem kalo dimandiin dikasih makan apa aja mau sampai saya pernah makan jagung dan jatuh eh dia makan dan kemudian saya coba aja kasih dia jagung satu piring san ikan satu ekor dan ternyata yang dilahap duluan itu jagungnya. Kayaknya makanan kesukaan si boy ini jagung deh. Tapi si Boy sekarang udah jarang tidur dirumah semenjak kenal yang namanya betina, Boy pulang kalo mau makan aja jadi dia pulang pagi jam 8 siang jam 12-1 dan malam jam 7-8 dan dia akan pergi kalo uda dikasih makan. Boy ini kalo masuk rumah kayak ngucap Assalamualaikum gitu. Satu langkah masuk rumah ngeong trus pas ngeliat orang yang di dalem rumah ngeong (lagi) yang tandanya dia lapar dan minta makan wkwk. Walaupun sekarang banyak kucing dirumah si Boy lah yang paling di sayang dan jadi kucing kesayangan.

boy

Boy yang tahun ini akan berusia 3 tahun (semoga panjang umur)

Tahun 2016 Boy punya adek dari induk berbeda wkwk. Kucing liar yang numpang melahirkan dirumah ternyata melahirkan 4 bayi kucing dan sekarang yang hidup tinggal 2 dan saya beri nama Apiz dan Eby. Apiz adalah kucing jantan berwarna hitam sedangkan Eby adalah adiknya kucing Betina berwarna abu campur-campur wkwk. Sebenarnya ga tau yang mana yang lahir duluan tapi saya selalu menyebutkan kalo Apiz abangnya si Eby wkwk. Apiz ini kucing kalem yang ga pernah kedengaran suaranya dia jarang sekali ngeong-ngeong tapi ketika dia ngeong itu ngebuat saya senang karna suaranya lucu sedangkan si Eby ini kucing Buntel yang garang wkwk, mau gendong si Eby ini susah sekali apalagi mandiin yauda abis tangan saya di cakar-cakar. Apiz kerjaannya gila tidur dirumah, hidupnya selalu tidur mungkin wkwk sedangkan adeknya yang sering saya panggil dengan sebutan ‘anak gadis’ sukanya keluyuruan sampai kemarin anak gadis saya jadi incaran kucing jantan dan ngebuatnya ketakutan dan ga berani keluar rumah tapiiiiiiiii sekarang anak gadis lagi masa birahi jadi kementelan keluar rumah nyariin pasangannya, aduuuh dan sekarang belum pulang 😦 eh 2 bulan lagi mereka genap satu tahun yeeee.

IMG_0085

Apiz masih piyik dan sekarang uda gede

eby

Eby masih lucu-lucunya dan sekarang lagi puber

Beberapa bulan setelah lepas susu induknya eh induknya Apiz dan Eby hamil lagi dan bulan November 2016 lahirlah 4 ekor bayi kucing dan semuanya jantan tapi sayang yang hidup cuma satu yaitu saya beri nama Kenny. Kenny dulu paling kurus dia yang saya kira bakal mati duluan eh dia yg hidup, Kenny ini suka jilat-jilat kalo kita kasih tangan ke depan mulutnya, dia lakuin ini dari baru lahir dan sampai sekarang, usia Kenny sekarang baru 5 bulan dan masih imut-imutnya dan ini yang menyebabkan saya dan keponakan saya sering rebutan buat ngegendong Kenny. Ah Kenny is growing so fast, dan bentar lagi si Kenny bakal punya adek (mungkin bentar lagi emaknya bakal saya kebiri).

98

Kenny si mainan saya sekarang hehe

ah  I love my cats dan berusaha buat ngurusin mereka. Saya cuma pesan satu “jangan tendang kucing hanya karna dia kucing kampung dan liar, dia hanya minta sisa makanan bukan harta (Sukur-sukur mau kasih makanan utuh bukan sisahan)”.

Udahlah ya mau ngasih makan kucing dulu wkwk

Gila Sosmed

Mungkin akan lebih sering disini nanti, dikarenakan sekarang lagi bener-bener puyeng sama yang namanya sosial media.

*seruput kopi*

Jadi gini beberapa tahun belakangan saya ketergantungan sama yang namanya sosmed mulai dari facebook hingga instagram. Entah sekedar penasaran atau memang maruk terhadap sosmed sehingga membuat saya enggan untuk meninggalkan handphone. Sedikit-sedikit lihat hp, bangun tidur yang dilihat ya hp, mau tidur juga gitu seperti tidak bisa hidup tanpa hp.

Terlalu banyak akun disana sini sehingga membuat saya ‘capek’. Akun yang saya kelola sungguh benar-benar banyak dan baru saya sadari itu menyita waktu saya selama ini. Mungkin dari beberapa akun yang saya kelola, saya akan mulai meninggalkannya untuk sementara dengan alasan agar waktu saya tidak terbuang sia-sia.

Berikut daftar akun yang saya punya dan akan ditinggalkan sebentar atau tidak:

1. Instagram

Instagram ini salah satu sosmed yang menguras kuota menurut saya. Jujur saja, instagram ini sering saya buka daripada sosmed yang lainnya sehingga kuota yang tadinya untuk sebulan bisa habis dalam beberapa hari. Rasanya itu ngenes gitu, tapi ya teteup beli kuota lagi dan habis lagi. Dari sini saya mulai mikir, apa yang saya dapetin dari instagram sehingga merelakan waktu istirahat saya dan uang saya untuk ini? Hanya karena cuma ingin mendapatkan like, pujian atau kepoin gebetan atau idola? Aduuuuh ! tapi alhamdulillah sudah 6 bulan saya tidak pernah mem-post apapun ke instagram ya walaupun tidak sepenuhnya saya meninggalkan instagram sesekali saya membuka instagram tapi tidak sampai berjam-jam seperti dulu. Entah sampai kapan saya akan meninggalkannya (sementara) Ah sudahlah mungkin nanti akan ada waktunya saya akan kembali lagi kesana.

2.  Path

Mungkin sama seperti instagram sudah 6 bulan juga saya total meninggalkan path. Dikarenakan dari dulu juga hampir jarang menggunakan path kalau ga karena mau update location atau share moment path tidak akan dibuka dan sampai sekarang pun belum ada keinginan untuk log in path lagi.

3.  Room Chat (BBM, Line dan Whatsapp)

Sebenarnya masih banyak room chat yang lain ya tapi hanya itu saja yang saya pakai namun BBM untuk sementara ini tidak saya gunakan lagi karena hampir rata-rata temen di BBM juga berteman di Line saya sehingga saya sekarang lebih memutuskan untuk menggunakan Line tetapi juga tidak selalu membuka Line atau chat yang tidak berkesudahan sudah mulai saya kurangi dikarenakan pembahasannya juga masuk dalam kategori ‘tidak penting-penting banget’ daripada membuang-buang waktu, menghambat pekerjaan dan jadi korban omelan emak ya bagus chat yang penting-penting ajakan? Dan Whatsapp pun sedang tidak saya gunakan karena belum ter-install dan entah kapan mau meng-install lagi juga belum tahu.

4  Facebook dan twitter

Setelah 6 bulan vakum instagram, facebook dan twitter hampir tiap hari saya buka, saya update dan stalking entah siapa aja. Tetapi rasanya saya mulai ‘capek’ sama rutinitas saya ini, walaupun dari facebook dan twitter saya banyak mendapatkan informasi apapun mulai dari berita kriminal hingga info beasiswa. Kalau facebook dan twitter saya lebih sering menggunakan laptop daripada hp sehingga saya kasihan sama laptop saya yang ga pernah dimatikan kalau belum mau tidur. Saya rasa kehidupan saya mulai tidak sehat sampai saya pernah merasakan pusing hingga mual dikarenakan seharian di depan laptop. Ya mungkin saya harus balik ke kehidupan normal tanpa kedua sosmed ini tapi entahlah kita lihat saja nanti.

Terlalu banyak akun yang saya buat sehingga sulit untuk mengingatnya kembali tapi ya yang sudah dilupakan berarti emang ga penting yaudah tinggalkan saja.

Nah mungkin saya akan lebih sering disini nanti, di wordpress dan tumblr (akun yang baru saya buat muhehe) dikarenakan akhir-akhir ini lagi suka menuangkan unek-unek lewat tulisan.

Orang baik mempunyai kegiatan dan kebiasaan yang baik sehingga tercipta kehidupan yang baik pula -Rahma Widyanita-