Prioritas

Sebenarnya saya ga tahu sekarang prioritas saya ini apa dan siapa?

Akhir-akhir ini saya senang mengerjakan pekerjaan orang lain yang menurut orang tersebut dia ga bisa menyelesaikannya.

Sibuk dengan urusan orang lain yang dipercayakan ke saya itu memang menyita waktu saya sampai-sampai saya mengesampingkan urusan pribadi.

Orang lain atau diri sendiri?

Dulu dengan berjuta-juta rasa egois saya, saya menjawabnya diri sendiri baru orang lain yang menurut analogi saya “jika kita sudah menyelesaikan urusan diri sendiri maka kita pasti sanggup menyelesaikan urusan orang lain”. Tapi sekarang sudah berubah saya sekarang lebih senang menyelesaikan urusan orang lain yang memang dilimpahkan ke saya.

Jadi prioritas saya orang lain? entahlah

Yang jelas “Sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna untuk orang lain”, bukan begitu?.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s