“Bercermin”

Ilustrasi :  A (Teman si B), B (Teman si A dan C) dan C (Teman si B)

Ketika A,B dan C bertemu:

A   :  Eh lihat itu kok pacaran-pacaran yakan ? ga muhrim pun buat dosa aja

B   :  (Menyimak si A bicara)

C   :  (Menimpali si A) alah macem ga pernah pacaran aja

Beberapa bulan kemudian

C   :  (Lewat telepon) Halo ko dimana? aku uda di rumahmu ini

B   :  Eh aku lagi di rumah si A lah, aku mau nemeni dia beli sesuatu

C   :  Loh ko kan uda janji samaku, harusnya ko kabarilah aku kalo ga jadi

B   :   Aduh cemana ya…

C   :   Yauda kalo ga belinya samaku aja kan sekalian, dia nitip aja

B   :  Gabisa, katanya dia nunggu transferan dari COWOKnya untuk beli itu

C   :  Oh mau pacaran juganya si A (menimpali dengan kesal)

Dari percakapan diatas tau kan maksudnya apa?

Introspeksi Diri. Iya bener introspeksi diri, kadang kita lupa untuk introspeksi diri dan dengan mudahnya kita nyinyirin orang lain tanpa menyadari kalau kita pernah di posisi orang tersebut, akan ada masanya di posisi orang tersebut atau bahkan saat ini sedang di posisi yang sama.

Kalau cerita dahulu, mungkin sebagian dari kita (atau tepatnya saya) pernah mengomentari apa yang dibuat orang lain tapi secara sadar ga mau mengintrospeksi diri. Berkata sesuka hati seolah-olah kitalah orang yang paling benar, kitalah orang yang paling baik atau bahkan kitalah orang yang paling suci (Astagfirullah)

Dari percakapan diatas mengajarkan kita bahwa kita tidak lebih baik dari orang yang sudah kita komentari. Ketika si A dengan entengnya mengomentari orang lain dan suatu ketika dia berbuat hal yang sama seperti yang dilakukan orang tersebut, hal itu membuat si C menjadi memandang rendah terhadap si A akibat omongannya sendiri.

Alhamdulillah akhir-akhir ini kesendirian saya membuahkan hasil, berpikir lebih positif dan dapat menahan untuk tidak mengomentari orang lain (mudah-mudahan seterusnya). Alangkah bagusnya kita “bercermin” terlebih dahulu sebelum mengomentari orang lain yang kita ga tahu dia lebih baik atau tidak dari kita karena salah satu bentuk evaluasi diri yang paling berguna adalah menyendiri untuk melakukan muhasabah dan mengoreksi berbagai amalan yang telah dilakukan. Semoga Allah memudahkan. Amin

“Hamba tidak dikatakan bertakwa hingga dia mengoreksi dirinya sebagaimana dia mengoreksi rekannya” [HR. Tirmidzi].

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s