Balada E-ktp

Kartu tanda penduduk atau yang disingkat ktp ini wajib dimiliki oleh setiap orang yang usianya sudah 17 tahun ke atas. Kalau ga punya ktp ya gapunya identitas, gitulah kira-kira.

Dulu ketika saya tamat SMA tahun 2012 dan mengurus ktp masih mudah dan tidak rumit, hanya menyerahkan fotokopi kartu keluarga dan di foto pada saat itu juga, ktp sudah jadi dan diambil 3 hari atau paling lama seminggu kemudian. Namun sekarang? Ya ampun rumitnya ga ketulungan.

Dari akhir tahun lalu sekitar bulan  oktober saya datang ke kantor kepala desa dekat rumah saya, saya ingin ngurus e-ktp dan mereka bilang sekarang blanko lagi kosong dan awal november blanko ada. Awal november saya datang, mereka bilang awal desember. Trus awal desember saya datang, mereka bilang akhir desember dan akhir desember saya datang lagi dan mereka bilang awal tahun 2017.

Pertengahan bulan januari 2017 saya datang lagi, kemudian mereka menjawab pertengahan februari begitu seterusnya sampai akhir  bulan april saya datang kembali dan mereka tetap bilang BLANKO MASIH KOSONG!. Terbuat dari apasih blanko ini sampai segini limited edition-nya, mau sampai kapan ngurus e-ktp susah ? sampai negara api menyerang? atau sampai kutub utara jadi padang pasir?

Setelah blanko ada, eh kehabisan lagi e-ktp saya belum keluar lagi sampai harus ngurus surat keterangan pengganti ktp lagi. Ketika saya tanya (lagi) kapan ktp saya dicetak? dan mereka menjawab datanya masih invalid jadi belum bisa dicetak. Padahal kan ya dari situs resmi e-ktp menyebutkan bahwa pembuatan e-ktp itu mudah dalam jangka waktu 2 minggu sudah selesai, apaan 2 minggu 2 bulan aja belum tentu selesai.

Disaat negara lain sudah sibuk mengirim astronot ke Mars, negeri ini masih disibukkan dengan ribetnya pembuatan e-ktp. Hanya Allah yang tau dibalik ini semua.

Advertisements

“Bercermin”

Ilustrasi :  A (Teman si B), B (Teman si A dan C) dan C (Teman si B)

Ketika A,B dan C bertemu:

A   :  Eh lihat itu kok pacaran-pacaran yakan ? ga muhrim pun buat dosa aja

B   :  (Menyimak si A bicara)

C   :  (Menimpali si A) alah macem ga pernah pacaran aja

Beberapa bulan kemudian

C   :  (Lewat telepon) Halo ko dimana? aku uda di rumahmu ini

B   :  Eh aku lagi di rumah si A lah, aku mau nemeni dia beli sesuatu

C   :  Loh ko kan uda janji samaku, harusnya ko kabarilah aku kalo ga jadi

B   :   Aduh cemana ya…

C   :   Yauda kalo ga belinya samaku aja kan sekalian, dia nitip aja

B   :  Gabisa, katanya dia nunggu transferan dari COWOKnya untuk beli itu

C   :  Oh mau pacaran juganya si A (menimpali dengan kesal)

Dari percakapan diatas tau kan maksudnya apa?

Introspeksi Diri. Iya bener introspeksi diri, kadang kita lupa untuk introspeksi diri dan dengan mudahnya kita nyinyirin orang lain tanpa menyadari kalau kita pernah di posisi orang tersebut, akan ada masanya di posisi orang tersebut atau bahkan saat ini sedang di posisi yang sama.

Kalau cerita dahulu, mungkin sebagian dari kita (atau tepatnya saya) pernah mengomentari apa yang dibuat orang lain tapi secara sadar ga mau mengintrospeksi diri. Berkata sesuka hati seolah-olah kitalah orang yang paling benar, kitalah orang yang paling baik atau bahkan kitalah orang yang paling suci (Astagfirullah)

Dari percakapan diatas mengajarkan kita bahwa kita tidak lebih baik dari orang yang sudah kita komentari. Ketika si A dengan entengnya mengomentari orang lain dan suatu ketika dia berbuat hal yang sama seperti yang dilakukan orang tersebut, hal itu membuat si C menjadi memandang rendah terhadap si A akibat omongannya sendiri.

Alhamdulillah akhir-akhir ini kesendirian saya membuahkan hasil, berpikir lebih positif dan dapat menahan untuk tidak mengomentari orang lain (mudah-mudahan seterusnya). Alangkah bagusnya kita “bercermin” terlebih dahulu sebelum mengomentari orang lain yang kita ga tahu dia lebih baik atau tidak dari kita karena salah satu bentuk evaluasi diri yang paling berguna adalah menyendiri untuk melakukan muhasabah dan mengoreksi berbagai amalan yang telah dilakukan. Semoga Allah memudahkan. Amin

“Hamba tidak dikatakan bertakwa hingga dia mengoreksi dirinya sebagaimana dia mengoreksi rekannya” [HR. Tirmidzi].

Diet

download
Source: vuality.com

Saya ini sebenarnya adalah tipe orang yang ga peduli sama penampilan dan berat badan yang mau naik ataupun turun. Mau dibilang gendut, gemuk, buntal atau apalah itu saya ga peduli, ga sakit hati dan ga mau ambil pusing juga. Kalau ga peduli otomatis ga ada niatan buat diet yakan?

Trus hubungan sama judul diatas apa kalau ga ada niatan mau diet?

Jadi gini, berat badan saya menjadi ga karuan itu semenjak akan praktik kerja lapangan tahun lalu dan memuncaknya pada saat penyusunan tugas akhir. Padahal teman-teman saya makin kurus kayak ga makan-makan pada saat itu. Tipe badan saya adalah model segitiga atau seperti buah pear, dari lengan ke pinggang itu langsing sehingga saya ga pernah punya permasalahan seputar baju yang ga muat tapi dari pinggul ke betis itu bentuknya gileeeee duuuh cemana ya bilangnya. Sebenarnya saya ga masalah punya pinggul yang besar biar kayak Kylie Jenner gitu wkwk tapi betis si Kylie itu kan ga gede ya kayak pemain bola. Nah saya? kalahlah pemain bola itu betisnya sama saya.

Saya kepikiran diet itu bukan karena desakan atau bully-an orang sekitar melainkan karena celana saya yang sudah ga muat semua. Jeans ga muat, celana terbuat dari katun ga muat juga sampai-sampai ketika memakai celana katun pas mau jongkok itu robek (kan kezzzeeel) dan yang masih muat itu hanya legging dan rok, itu pun liat roknya juga kalau rok hasil jahit sendiri ya ga muat. Kebayang ga sih dirumah itu yang di pakai rok, daster, dan celana tidur yang ada bahan karetnya. Hal inilah yang memotivasi saya untuk diet.

Sudah beragam cara diet saya coba dan semuanya itu gagal!

Mulai dari diet mayo, ini diet yang pertama kali saya lakukan. Diet mayo itu adalah program 14 atau 15 hari menurunkan berat badan sampai 10kg lebih. Hari pertama saya melakukan diet ini saya total meninggalkan sumber karbohidrat terbesar a.k.a nasi (makanan pokok kita) dan garam. Ketika pagi saya hanya mengkonsumsi telur rebus 2 butir dan air minum yang banyak, trus siangnya saya hanya mengkonsumsi daging ayam rebus dan pisang, dari siang ke sore saya ngemil tomat (sumpah ini ga enak) dan sorenya sebelum jam 6 saya makan bayam rebus tanpa garam dan bawang goreng (kebayang ga rasanya?). Satu hari saya sudah jalani, hari kedua saya juga lakuin hal yang sama ketika pagi tapi pas saya mau nyuci baju itu kok kayak gempa ya muter-muter ga karuan trus badan jadi panas dingin, ini kenapa ya? ternyata saya sakit pemirsaaaa. Kayaknya ini ga bener diet satu hari sakitnya sampai seminggu yauda jadi ga diterusin dan gagal!

Diet kedua yang saya coba adalah (saya ga tau namanya tapi kita sebut saja) diet havermut. Ketika pagi saya hanya mengkonsumsi havermut atau oatmeal  dan siangnya saya bebas mau makan apa aja ga dibatesin tapi setelah makan siang saya ga boleh makan apapun sampai besok paginya lagi. Ide diet ini dari salah satu pekerja administrasi di kampus saya yang saya udah lama ga ketemu sekalinya ketemu dia udah langsing jadi saya kan kepo trus nanya kakak diet? diet apa? kasih tau dong wkwk. Oke balik lagi saya lakuin ini kira-kira 5 hari, ini kayak ga disengaja gitu saya lupa kalau saya lagi program diet jadi hari ke 6 saya sarapan lontong sayur wkwk dan sampai seterusnya ketika seminggu kemudian saya ngelihat bungkus havermut itu saya baru ke inget kalau saya ini lagi diet dan percayalah satu bungkus havermut itu ga habis padahal saya beli yang paling kecil yang 200gr dan sampai sekarang masih ada dan jadinya diet saya ini gagal!

Oh iya bahkan ketika diet havermut saya olahraga loh tapi hanya bertahan 3 hari wkwkwk.

Diet terakhir yang saya lakuin adalah dengan cara mengurangi porsi makan saya jadi setengahnya. Kayaknya diet yang ini ga berat ya karena masih bisa makan 3 kali sehari dan ga meninggalkan nasi dan garam kan lezat makanan jadi berasa ga kayak cinta abngtu yang hambar wkwk. Diet ini berlangsung cukup lama (menurut saya) sekitar 2 bulan sampai (lagi) saya lupa kalau saya sedang diet jadi saya makan malam dan ga nanggung-nanggung itu jam 11 malam (padahal ini adalah dosa besar orang yang sedang diet) dan kelupaan saya ini berlangsung sampai detik ini walhasil dietnya gagal!

Jadi gaes gausalah diet-diet, syukuri aja bentuk tubuh yang kita miliki. Kalau mau cantik tapi menyiksa buat apa cukuplah hatimu aja yang tersiksa oleh php abangtu *eh. Karena kecantikan itu bukan dari apa yang terlihat melainkan dari apa yang kita perbuat (azzzzeek). Dan saya sekarang ga menjalankan program diet apapun tapi saya berhasil menurunkan berat badan yang walaupun hanya 2kg berkat pola hidup yang baik.

The Best and Worst Dressed at the Met Gala 2017

Met Gala merupakan acara penggalangan dana bergengsi yang di adakan di New York, AS. Setiap tahunnya perhatian dunia tertuju pada siapapun yang hadir di acara tersebut dan kostum yang mereka kenakan.

Met Gala adalah acara penggalangan dana tahunan yang digelar untuk membiayai departemen kostum di Metropolitan Museum of Art, New York, yang bernama Costume Institute. Acara ini diadakan setiap tahunnya untuk menandai dimulainya pameran fashion tahunan milik Costume Institute. “Met” sendiri diambil dari potongan kata “Metropolitan Museum”

Setiap tahunnya Met Gala menghadirkan nama-nama besar dari Hollywood, dunia politik, musik, bisnis dan tentunya dunia fashion untuk berpartisipasi dalam acara ini. Di dalam setiap pagelaran Met Gala, pengurus menentukan tema yang harus diikuti para undangan dalam memilih kostum yang akan mereka kenakan di acara tersebut. Tahun ini, Met Gala mengusung tema Rei Kawakubo/Comme des Garcons: Art of the In-Between. Rei Kawakubo adalah seorang desainer Jepang berusia 74 tahun yang mendirikan label fashion Comme des Garcons.

Berikut The Best and Worst Dressed menurut saya

The Best Dressed

The Worst Dressed

Dan ada beberapa gown yang membuat saya bingung ini masuk kategori apa, banyak yang bilang Best Dressed tapi kok saya ragu jadi bingung deh.

 

Eh btw model rambut Bella Hadid dan Selena Gomez sama ya. Mentang2 pacarnya sama *eh wkwk

All pic source by google

Reference: http://www.rappler.com

Calon Tamu di Rumah Sendiri

Baru selesai baca tumblr salah satu yang sering aku kepoin, “Anak perempuan itu bakal jadi tamu di rumahnya sendiri” begitulah kira-kira judulnya. Trus jadi kepikiran dan kebayang-banyang.

Gimana nanti kalo suatu saat kita bertamu ke rumah kita sendiri, rumah yang kita dari jaman ingusan uda disitu. Jaman yang dimana kalo nangis lari-lari ke bapak, nyariin bapak dielus-elus biar diem (kan kan jadi sedih), jaman yang dimana nyari pembelaan si ibu meyakinkan kalo anaknya ga salah saat gaduh dikawan sepermainan. Trus rumah yang isinya penuh dengan ketawa bareng adik-adik dan berantem sama adik (lempar-lemparan sapu), rebutan kamar mandi, udur-uduran (bahasa indonesianya opo ye) kalo disuruh solat dan banyak lagi.

***

“Assalamualaikum”, kita duduk trus dibuatin minum dirumah kita sendiri, pake gelas yang biasa untuk tamu, ke bayang ga sih kita bakal jadi tamu dirumah kita sendiri?

Nikah . . .

Setelah nikah, kita anak perempuan bakal dibawa sama suami kita bakal tinggal bareng dia entah rumah sendiri ataupun rumah orangtuanya.

Nikah . . .

Setelah nikah, kita bakal pamit sama orangtua untuk ikut tinggal bareng suami dan saya ga bakal tau gimana perasaan bapak kelak ngelepasin anak gadisnya hidup bersama pilihannya.

Nikah . . .

Intinya setelah nikah, kehidupan bakal berubah. Kita bakal jadi tamu.

Kita puas-puasin, nikmati kebersamaan sama ibu sm bapak sebelum kita nikah.

weeeh mau di sambung kok agak berat ya