Untuk Ibu dan Bapak di luar sana (Bagian 2)

Parenting_LeftHeader

Anak adalah rezeki terbesar yang diberikan yang Maha Kuasa kepada kita. Rezeki itu merupakan titipan untuk kita, jadi ketika kita sudah mendapatkan titipan itu kita harus menjaganya dengan baik. Menjaga dalam artian mengurusi dan membesarkannya penuh dengan kasih sayang.

Bu . . . pak . . .

Mungkin saya belum ada pengalaman tentang mengurus anak sedangkan kalian sudah. Ada yang baik mengurus anak ada yang sama sekali tidak peduli terhadap anaknya. Mungkin persoalan tentang mengurus anak itu banyak tapi sekarang saya tertarik ingin membahas tentang “Pembentukan Karakter Anak”. Saya banyak menemukan kasus baik itu dilingkungan tempat saya tinggal maupun jauh dari lingkungan tempat saya tinggal dengan kasus begini selalu mendidik anak dengan cara KERAS untuk menuruti keinginan orangtuanya sehingga mengesampingkan keinginan anak. Saya memang tidak menguasai ilmu psikologi anak bahkan psikologi yang mendasar pun saya tidak menguasai tapi saya akan mencoba membahas melalui sudut pandang saya.

Jadi begini …

Semua orangtua menginginkan yang terbaik buat anaknya mungkin caranya yang kurang bener sehingga hasilnya menjadi kurang baik. Ada orangtua yang selalu men-doktrin anaknya untuk selalu menjadi yang nomor satu contohnya harus peringkat 1 terus disekolahnya dan ketika mendapat peringkat 2 dimarahin sehingga membuat anak ketakutan dan terpatri dioataknya harus selalu menjadi yang nomor satu dan tidak boleh gagal atau contoh lain ketika ikut kompetisi atau perlombaan sang anak sudah terbiasa mendapatkan juara 1 dan ketika tidak mendapatkan juara lagi atau juaranya bergeser dimarahin abis-abisan. Coba pikirkan, tekanan yang diberikan kepada anak akan berdampak baik atau buruk?

Kadang banyak orangtua yang tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan baik atau buruk akan berdampak terhadap karakter anak. Misalnya tadi seperti contoh yang sudah saya sebutkan diatas, dapat mengakibatkan anak akan tumbuh menjadi pribadi yang egois, keras kepala, tidak memikirkan perasaan orang lain dan menyebalkan di lingkungan tempat sang anak bermain karena yang ada dipikirannya ya hanya dia sendiri, dan harus dia dan selalu dia sehingga tidak mempedulikan teman sekitarnya.

Bu . . . pak . . .

Coba mulai sekarang kita benahi cara mendidik anak, saya tidak bermaksud untuk menggurui tetapi saya sedih ketika harus melihat dan mendengar kejadian seperti ini lagi. Kasian si anak. Jika sang anak memang sudah terbiasa mendapatkan juara pertama atau menjadi primadona di sekolahnya karena kepintaran yang dimilikinya dan suatu saat dia tidak bisa mempertahankan posisinya tolong jangan dimarahi, beri dia pengertian atau yakinkan dia kalau hal itu tidak apa-apa dan tidak membuat orangtuanya marah pasti sang anak tidak akan ketakutan kepada orangtuanya dan mungkin dia akan tumbuh menjadi sosok yang lebih ceria, peka terhadap perasaan orang lain.

Pernah kajadian saya baru masuk SD, Bapak saya selalu bilang saya “nanti kalo sekolah dapet ranking 1 ya nduk” itu membuat saya harus menjadi yang nomor satu dan ketika menerima rapor dan saya hanya mendapatkan peringkat ke 3 saya ketakutan, saya pikir bakal dimarahi ternyata tidak. Saya didudukkan dan diberi pengertian “ga apa-apa ranking 3 uda bagus” orangtua saya memberi pengertian dan tidak menuntut saya walhasil pada catur wulan berikutnya peringkat saya naik dan naik (lagi). Jadi intinya pengertian, dengan dikasih pengertian dan diajakin berbicara dengan penuh kasih sayang mungkin si anak akan tumbuh tidak penuh dengan ketakutan dan tidak takut akan kegagalan. Saya bangga jadi anak Bapak saya, berkat didikannya saya sekolah setinggi ini dan mendapatkan apa yang saya inginkan.

Oke balik lagi ke bahasan awal, sejauh ini saya melihat cara didikan orangtua sekarang (orangtua muda) saya hanya terinspirasi oleh satu ibu muda yang telaten dan ga pernah marah terhadap anaknya. Beliau punya cara sendiri menegur anaknya yang salah tanpa mengacau mood sang anak sehingga anaknya tumbuh menjadi anak yang ceria. Ibu muda yang saya maksud adalah mbak Retno (ig: @retnohening) yang mempunyai anak bernama Kirana. Semoga kelak saya dapat menjadi ibu yang baik buat anak-anak saya. Amin.

Kucing Peliharaan 1

Pada akhir tahun 2012 ada kucing yang datang kerumah mengeong-ngeong minta makan dan akhirnya ibu saya yang ngasih makan itu kucing dan itu berlanjut ke hari-hari berikutnya sampai pada akhirnya kucing tersebut jadi tinggal deh dirumah. Eh ternyata si kucing tersebut lagi hamil jadi ga tega kan mau ngusir itu kucing, jadi yauda dibiarin aja itu kucing sampai dia melahirkan 2 ekor bayi kucing jantan yang berwarna jingga pada tanggal 11 februari 2013. Namun satu ekor bayi tidak bisa bertahan setelah beberapa hari kelahirannya jadi tersisalah bayi kucing satu-satunya. Setelah beberapa minggu usia si bayi kucing ini, dia ditinggal pergi oleh induknya yang entah kemana jadi saya yang ngerawatnya mulai dari piyik sampek uda gede. Kucing ini ga punya nama (karena pemiliknya engga kreatif wkwk) tapi kami (saya dan keluarga) sering memanggilnya dengan panggilan “nis nis”  di panggil gitu dia uda nyaut dengan cara ngeong-ngeong. Kita panggil aja dengan sebutan Nisnis yaa. Si Nisnis ini pinter dan nurut banget, dia ga pernah poop  di dalem rumah tapi selalu di wc ntar tinggal kami yang nyiram. Dia selalu ngikutin kemana kami pergi (tepatnya saya dan ibu saya), keluar rumah pun ngikut tapi sampai ujung gang kecil rumah saya dia balik pulang kerumah. Si Nisnis ini anak rumahan, dia takut untuk keluar rumah sendirian (kalo ga sama saya atau ibu ga berani keluar) jadi dia ga tau pergaulan kucing diluar gimana wkwk. Terlalu banyak cerita untuk si Nisnis ini, oleh sebab itu saya dan satu keluarga sayang sama dia tapi ternyata Allah lebih sayang. Sehari dia ga pulang kerumah eh pagi-paginya uda ditemuin sama bapak dia uda kaku. Mungkin kedengarannya lebay tapi kami satu keluarga sedih beneran sedih, waktu nguburin aja saya dan bapak saya nangis. Ah sudahlah.

Batang Kuis-20130820-00340

Si Nisnis usianya kira-kira setahun lebih

Setelah kematian Nisnis, saya dan keluarga ga ada peliharaan lagi jadi kayak ada yang kurang gitu sampai suatu ketika bapak dan ibu saya mau mengadopsi kucing liar yang ada di sekolah dekat rumah. Jadi warna kucing itu sama kayak si Nisnis dan jantan pula, tapi ketika dibawa kerumah dan selesai dimandiin kucing ini ngeong-ngeong ga berhenti-berhenti saya pikir dia kelaparan dan kemudian saya beri makan namun dia ga mau makan dan tetep ngeong-ngeong sampek malam-malam nyakar-nyakar pintu rumah, mungkin dia ga betah dan mau bebas yauda jadi ibu saya kembaliin lagi ke tempat asalnya daripada dianya juga tersiksa yakan? Alhasil ga punya peliharan lagi deh sampai kira-kira setahun.

Setahun kemudian tepat di bulan November 2014 lupa tanggalnya berapa, sepupu saya datang kerumah nyerahin kucing yang buntel dan imut berwarna jingga dan lagi kucing ini mengingatkan saya dan keluarga saya sama kucing kami yang telah mati. Bayi kucing jantan dan kelihatannya sehat ini saya beri nama Boy. Boy ini ngikuti sepupu saya jalan yauda di comot aja sama sepupu saya (gitu sih kata sepupu saya). Si Boy yang masih bayi seharusnya masih menyusu induknya tapi dirumah juga ga ada indukan kucing yauda saya beri aja dia susu yang biasa saya minum dan dia mau dan serasi. Si Boy ini kucing yang pintar, mau diapai-apain juga diem aja ga nyakar, kalem kalo dimandiin dikasih makan apa aja mau sampai saya pernah makan jagung dan jatuh eh dia makan dan kemudian saya coba aja kasih dia jagung satu piring san ikan satu ekor dan ternyata yang dilahap duluan itu jagungnya. Kayaknya makanan kesukaan si boy ini jagung deh. Tapi si Boy sekarang udah jarang tidur dirumah semenjak kenal yang namanya betina, Boy pulang kalo mau makan aja jadi dia pulang pagi jam 8 siang jam 12-1 dan malam jam 7-8 dan dia akan pergi kalo uda dikasih makan. Boy ini kalo masuk rumah kayak ngucap Assalamualaikum gitu. Satu langkah masuk rumah ngeong trus pas ngeliat orang yang di dalem rumah ngeong (lagi) yang tandanya dia lapar dan minta makan wkwk. Walaupun sekarang banyak kucing dirumah si Boy lah yang paling di sayang dan jadi kucing kesayangan.

boy

Boy yang tahun ini akan berusia 3 tahun (semoga panjang umur)

Tahun 2016 Boy punya adek dari induk berbeda wkwk. Kucing liar yang numpang melahirkan dirumah ternyata melahirkan 4 bayi kucing dan sekarang yang hidup tinggal 2 dan saya beri nama Apiz dan Eby. Apiz adalah kucing jantan berwarna hitam sedangkan Eby adalah adiknya kucing Betina berwarna abu campur-campur wkwk. Sebenarnya ga tau yang mana yang lahir duluan tapi saya selalu menyebutkan kalo Apiz abangnya si Eby wkwk. Apiz ini kucing kalem yang ga pernah kedengaran suaranya dia jarang sekali ngeong-ngeong tapi ketika dia ngeong itu ngebuat saya senang karna suaranya lucu sedangkan si Eby ini kucing Buntel yang garang wkwk, mau gendong si Eby ini susah sekali apalagi mandiin yauda abis tangan saya di cakar-cakar. Apiz kerjaannya gila tidur dirumah, hidupnya selalu tidur mungkin wkwk sedangkan adeknya yang sering saya panggil dengan sebutan ‘anak gadis’ sukanya keluyuruan sampai kemarin anak gadis saya jadi incaran kucing jantan dan ngebuatnya ketakutan dan ga berani keluar rumah tapiiiiiiiii sekarang anak gadis lagi masa birahi jadi kementelan keluar rumah nyariin pasangannya, aduuuh dan sekarang belum pulang 😦 eh 2 bulan lagi mereka genap satu tahun yeeee.

IMG_0085

Apiz masih piyik dan sekarang uda gede

eby

Eby masih lucu-lucunya dan sekarang lagi puber

Beberapa bulan setelah lepas susu induknya eh induknya Apiz dan Eby hamil lagi dan bulan November 2016 lahirlah 4 ekor bayi kucing dan semuanya jantan tapi sayang yang hidup cuma satu yaitu saya beri nama Kenny. Kenny dulu paling kurus dia yang saya kira bakal mati duluan eh dia yg hidup, Kenny ini suka jilat-jilat kalo kita kasih tangan ke depan mulutnya, dia lakuin ini dari baru lahir dan sampai sekarang, usia Kenny sekarang baru 5 bulan dan masih imut-imutnya dan ini yang menyebabkan saya dan keponakan saya sering rebutan buat ngegendong Kenny. Ah Kenny is growing so fast, dan bentar lagi si Kenny bakal punya adek (mungkin bentar lagi emaknya bakal saya kebiri).

98

Kenny si mainan saya sekarang hehe

ah  I love my cats dan berusaha buat ngurusin mereka. Saya cuma pesan satu “jangan tendang kucing hanya karna dia kucing kampung dan liar, dia hanya minta sisa makanan bukan harta (Sukur-sukur mau kasih makanan utuh bukan sisahan)”.

Udahlah ya mau ngasih makan kucing dulu wkwk

Embun

Aku cinta pagi

Pagi yang menyuguhkan pemandangan hijau

Pagi yang memberikan udara yang sejuk

Dan pagi yang tenang dan damai

Aku cinta pagi

Pagi yang memberikan sesuatu yang tak bisa ku lihat ditengah teriknya matahari

Ataupun di gelapnya malam

Beberapa tetesan air yang menempel di dedaunan

Tak banyak orang yang memperhatikan bahkan peduli

Tetapi aku tetap cinta pagi

Karena disetiap pagi aku akan selalu melihatmu, Embun

Gila Sosmed

Mungkin akan lebih sering disini nanti, dikarenakan sekarang lagi bener-bener puyeng sama yang namanya sosial media.

*seruput kopi*

Jadi gini beberapa tahun belakangan saya ketergantungan sama yang namanya sosmed mulai dari facebook hingga instagram. Entah sekedar penasaran atau memang maruk terhadap sosmed sehingga membuat saya enggan untuk meninggalkan handphone. Sedikit-sedikit lihat hp, bangun tidur yang dilihat ya hp, mau tidur juga gitu seperti tidak bisa hidup tanpa hp.

Terlalu banyak akun disana sini sehingga membuat saya ‘capek’. Akun yang saya kelola sungguh benar-benar banyak dan baru saya sadari itu menyita waktu saya selama ini. Mungkin dari beberapa akun yang saya kelola, saya akan mulai meninggalkannya untuk sementara dengan alasan agar waktu saya tidak terbuang sia-sia.

Berikut daftar akun yang saya punya dan akan ditinggalkan sebentar atau tidak:

1. Instagram

Instagram ini salah satu sosmed yang menguras kuota menurut saya. Jujur saja, instagram ini sering saya buka daripada sosmed yang lainnya sehingga kuota yang tadinya untuk sebulan bisa habis dalam beberapa hari. Rasanya itu ngenes gitu, tapi ya teteup beli kuota lagi dan habis lagi. Dari sini saya mulai mikir, apa yang saya dapetin dari instagram sehingga merelakan waktu istirahat saya dan uang saya untuk ini? Hanya karena cuma ingin mendapatkan like, pujian atau kepoin gebetan atau idola? Aduuuuh ! tapi alhamdulillah sudah 6 bulan saya tidak pernah mem-post apapun ke instagram ya walaupun tidak sepenuhnya saya meninggalkan instagram sesekali saya membuka instagram tapi tidak sampai berjam-jam seperti dulu. Entah sampai kapan saya akan meninggalkannya (sementara) Ah sudahlah mungkin nanti akan ada waktunya saya akan kembali lagi kesana.

2.  Path

Mungkin sama seperti instagram sudah 6 bulan juga saya total meninggalkan path. Dikarenakan dari dulu juga hampir jarang menggunakan path kalau ga karena mau update location atau share moment path tidak akan dibuka dan sampai sekarang pun belum ada keinginan untuk log in path lagi.

3.  Room Chat (BBM, Line dan Whatsapp)

Sebenarnya masih banyak room chat yang lain ya tapi hanya itu saja yang saya pakai namun BBM untuk sementara ini tidak saya gunakan lagi karena hampir rata-rata temen di BBM juga berteman di Line saya sehingga saya sekarang lebih memutuskan untuk menggunakan Line tetapi juga tidak selalu membuka Line atau chat yang tidak berkesudahan sudah mulai saya kurangi dikarenakan pembahasannya juga masuk dalam kategori ‘tidak penting-penting banget’ daripada membuang-buang waktu, menghambat pekerjaan dan jadi korban omelan emak ya bagus chat yang penting-penting ajakan? Dan Whatsapp pun sedang tidak saya gunakan karena belum ter-install dan entah kapan mau meng-install lagi juga belum tahu.

4  Facebook dan twitter

Setelah 6 bulan vakum instagram, facebook dan twitter hampir tiap hari saya buka, saya update dan stalking entah siapa aja. Tetapi rasanya saya mulai ‘capek’ sama rutinitas saya ini, walaupun dari facebook dan twitter saya banyak mendapatkan informasi apapun mulai dari berita kriminal hingga info beasiswa. Kalau facebook dan twitter saya lebih sering menggunakan laptop daripada hp sehingga saya kasihan sama laptop saya yang ga pernah dimatikan kalau belum mau tidur. Saya rasa kehidupan saya mulai tidak sehat sampai saya pernah merasakan pusing hingga mual dikarenakan seharian di depan laptop. Ya mungkin saya harus balik ke kehidupan normal tanpa kedua sosmed ini tapi entahlah kita lihat saja nanti.

Terlalu banyak akun yang saya buat sehingga sulit untuk mengingatnya kembali tapi ya yang sudah dilupakan berarti emang ga penting yaudah tinggalkan saja.

Nah mungkin saya akan lebih sering disini nanti, di wordpress dan tumblr (akun yang baru saya buat muhehe) dikarenakan akhir-akhir ini lagi suka menuangkan unek-unek lewat tulisan.

Orang baik mempunyai kegiatan dan kebiasaan yang baik sehingga tercipta kehidupan yang baik pula -Rahma Widyanita-

Dear March

Dear March . . .

I know you never waiting me and thinking about me

But I’m here to waiting you

You’re a great man and everybody knows

But did you realize that you have changed?

Dear March . . .

How come you never send me bouquet of flowers?

It’s whole lot better than disturbing my slumber

Last night in my sleep

I dream of you, you make conversation with me

We talk too much about you and me

Dear March . . .

I’ve been here all night

I’m get ready to sleep and dream of you

But you’re not here then I’m sad

Dear March

You need to know, I always waiting you in my dream

Mimpi

Aku benci ketika kau mengunjungiku hanya sebentar

Aku sedang tidak rindu atau sedang tidak memikirkanmu tapi kenapa kau datang?

Aku masih menerka-nerka apa maksud semua ini

Kau bermain-main dalam pikiranku sekarang

Dan kau datang dan pergi sesukamu dalam mimpiku

Tak bisakah menetap lebih lama dimimpiku?

Aku benci pagi ini yang menghilangkan wajahmu dari pandanganku

Aku benci pagi ini yang memaksaku bangun dan mengakhiri pertemuan singkat ini

Kau tau? Senyum pertamamu tidak akan hilang dari ingatanku

2665-500x500

Jadi anak perempuan itu harus . . .

*sambil dengerin ‘sign of the time’ yang diputar  berulang-ulang*

Menurut versi ibu saya jadi anak perempuan itu harus:

  1. Rajin
  2. Pintar masak
  3. Telaten (bahasa Indonesianya apa ya -_-)
  4. Nurut
  5. Bisa dandan
  6. Dan yang terakhir itu harus PEREMPUAN!

Mungkin dari enam poin diatas, saya cuma masuk di poin ke enam muhehehe.

Jadi anak perempuan itu harus rajin . . .

Saya itu sebenarnya itu rajin tapiiiii, ada tapinya ini. Saya itu rajin kalau ga disuruhnya penuh dengan paksaan atau disuruhnya berulang-ulang kayak di terror gitu wiih serem, trus saya rajin itu pas lagi Mood-nya bagus dan saya rajin itu kalau ga disuruh. Jadi intinya saya ga suka disuruh-suruh (ga boleh dicontoh). Tapi ya memang begini adanya, saya itu kalau ga disuruh atau dibiarin aja pasti semua kerjaan rumah itu beres dengan sekejap saja.

“Trus kalau disuruhnya dengan nada pelan gimana?” Iya bentar atau sebentar lagi, itu jawaban andalan saya tapi tetap ga gerak juga sampai terdengar lagi suruhan yang kedua yang uda sedikit agak ngomel teteuuuup ga gerak juga sampai klimaksnya si ibuk uda ngomel-ngomel delapan oktav teteup anak gadisnya ini ndablek (bahasa Indonesianya apa ya hehe) dan pada akhirnya si ibuk nyerah dan diem aja barulah anak gadisnya ini beranjak mengerjakan apa-apa aja yang disuruh tadi hehehe.

Jadi anak perempuan itu harus pinter masak . . .

Saya suka terdzolimi kalau soal masak memasak, selalu dibanding-bandingkan dengan sepupu saya. Jadi gini, sepupu saya ini beberapa tahun lalu ditinggal ibunya “pulang” jadi mau ga mau nuntut dia untuk jadi pengganti ibu rumah tangga yang harus ngurusi semua pekerjaan rumah, ngurusi adik-adiknya dan masak! Dia jago sekali kalau disuruh soal masak mau masak ini itu, jagooooo nah saya ? saya bisa masak, tapi pas mau masak kayak orang mau nge-wawancara orang gitu loh, banyak tanya!

“mak, ini bahannya apa-apa aja? trus yang ini diapain? takaran gula garamnya seberapa? coba tengok dulu ini uda bener belom?”, itulah kira-kira pertanyaannya yang buat ibuk saya puyeng dan ga sabar walhasil saya ga jadi masak dan ibuk saya yg masak wkwk

Jadi anak perempuan itu harus telaten . . .

Kita ini sebagai perempuan harus telaten dalam segala hal kayak semacam ngurusi rumah, tanaman atau apalah gitu yang berhubungan dengan telaten. Tapi kenyataannya saya sedikit ga telaten , dibelakang rumah itu banyak tanaman bapak mulai dari pohon jambu, pohon jeruk sampai cabe-cabean pun ada wkakakakaka. Itu semua yang ngurusi siapa? ya bapaklah siapa lagi hehe. Seharusnya kalau urusan gitu-gitu orangtua tinggal terima beres yakan? tapi kekmanalah saya dan kedua adik laki-laki saya itu sama-sama ndablek mau dicemanain lagi. Ngenes ga kira-kira orangtua punya anak kek kami ya?

Tapi tunggu dulu kan tadi saya bilang sedikit ga telaten, berarti masih ada sedikit ketelatenan saya toh? Yap, saya telaten kalo disuruh ngurusi binatang. Ini bener mau binatang apa aja saya suka ngurusi kayak penakluk-penakluk gitu cuma sayang abangtu aja yang ga tertaklukkan haha. Tapi dirumah cuma adanya kucing, ada 5 ekor. Satu rumah ini sayang sama kucing tapi ga ada yang mau ngurusi kalo bukan mbaknya ini yang ngurusi siapa lagi *sibak poni*. Mulai dari mandiin, ngasi makan, nyuruh tidur sampek pas sakit ya saya yang ngurusi (nanti saya nge-blog soal ternak saya ini yaaa) udah bisa dibilang sedikit telaten kan hehe.

Jadi anak perempuan itu harus nurut . . .

Ini ada kaitannya sama rajin sih. Jadi gini si ibuk nyuruh “nyucinya sekarang aja, nanti siang-siang ga dapet panas” yah bener pas saya uda siap nyuci, tiba-tiba redup cuma bisa nyengir-nyengir kuda trus ada lagi “masak nasinya sekarang aja, nanti mati lampu gabisa masak” tetep bisa ngeles “nasinya masih banyak kok, nanti aja (padahal tinggal dikit)”. Trus beberapa menit setelah masak eh tiba-tiba mati lampu cuma bisa nyengir kuda (lagi). Tanpa kita sadari prediksi ibuk itu ga pernah salah so sing manut karo mboke, maafkeun anak gadismu buk.

Jadi anak perempuan itu harus bisa dandan . . .

Dari saya kecil temen saya itu banyak laki-laki jadi secara tidak langsung itu mempengaruhi tingkah laku saya. Dulu kecil suka yang namanya panjat pohon sampek uda besar pun ke bawa-bawa contohnya suka lasak kalau liat tebing (ga tinggi-tinggi bangetlah) yauda panjat aja ga ada takutnya. Dulu pas sd sampai smp ikut pramuka hobby-nya berpetualang kebawa sampek besar yang suka mendaki gunung lewati lembah wkwk. Dan itu semua membuat saya cuek akan penampilan saya contohnya saya itu gasuka sama yang namanya dandan. Menurut saya bermain dengan lipstick, kelir alis dan kawan-kawannya itu ga asik. Saya ga pede kalo wajah dilukis-lukis gitu apalagi pakek alis kayak jalan lintas sumatera duuh, emoooh! Sampek teringet kata temen saya, Elsa “kalau mau dapetin yang terbaik itu ma harus perbaiki diri, contohnya dandan” Wauw dia itu cantik sekali dan hobby-nya dandan dan hasilnya bagus pula ga menor ga ada jalan lintas sumateranya hehe. Semoga temenmu ini bisa sedikit dandan ya hehe

Dan yang terakhir itu jadi perempuan itu ya harus perempuan wakakakaka

307

Inilah anak perempuan yang gabisa dandan itu wkwk