Bunga di Oro-oro Ombo Semeru yang disangka Lavender

001809700_1440409413-1

Sumber: Bintang.com

Gunung Semeru adalah satu gunung di Indonesia yang menjadi idaman para pendaki. Negeri diatas awan, begitulah sebutan untuk gunung yang satu ini. Setiap tempat di jalur pendakian menuju puncak Semeru mempunyai keunikan tersendiri. Salah satunya yaitu Oro-oro Ombo. Lautan ungu ini menjadi ciri khas dari Oro-oro Ombo. Pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas tentang Oro-oro Ombo melainkan tentang pemandangan ungu yang terbentang di Oro-oro Ombo.

Jadi kita mulai dari sini…..

Berawal dari instagram di salah satu akun tentang pencinta alam tepatnya kumpulan para pendaki, ada salah satu foto yang menarik perhatian saya yaitu foto seorang pendaki wanita yang sedang memegang beberapa bunga di tangannya. “Kok di cabut?” pikirku. Ingin rasanya meninggalkan komentar disana, menceramahi pendaki tersebut. Namun, hal tersebut saya urungkan dikarenakan ketika membaca komentar terdapat pro dan kontra disana.

verbena

Foto yang menimbulkan Pro dan Kontra

Terdapat beberapa komentar yang menurut saya pedas disana, menghakimi tanpa tahu kebenaran sesungguhnya. Dari foto tersebut mengundang rasa penasaran saya akan bunga ungu tersebut. Setelah saya browsing saya mendapatkan sedikit pencerahan, ternyata selama ini orang mengira itu bunga lavender itu salah!

Tanaman ini adalah jenis tamanan Verbena Brasiliensis Vell yang berasal dari keluarga Verbenaceae yang merupakan tumbuhan tahunan atau tumbuhan yang berumur pendek. Di balik keindahannya, tanaman ini menyimpan ancaman ekologis karena menyerap air sangat banyak dan mengakibatkan daerah sekitarnya cepat mengalami kekeringan.

Tanaman ini juga bersifat invansif, jika perkembangannya tidak dikendalikan akan menguasai habitat dan menggeser tanaman asli TNBTS yang dikhawatirkan akan mengganggu ekosistem. Kini tamanan verbena ini telah menguasai sekitar 20 hektar di kawasan Oro-oro Ombo.

Tim dari perizinan pendakian pun mengizinkan Verbena Brasiliensis Vell untuk dipetik tetapi dengan catatan bunga tersebut tidak tercecer. Tanaman ini dapat dikendalikan dengan cara mengisolasi habitatnya. Pemanenan bunga sebelum buahnya masak dapat mengurangi resiko penyebaran biji.

Dengan niat mengisolasi pertumbuhannya yang invansif, setelah memetik bunga ini jangan sampai tercecer di tempat lain di kawasan TNBTS karena bisa jadi malah membantu penyebarannya.

Berdasarkan foto diatas itu tidak salah dipetik namun cara membawa bunganya aja yang kurang benar.

Sampai disini dulu yaaaa

Nanti pasti akan ada cerita  beserta foto saya di tempat ini jika saya kesana hehe. Doaken.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2015/08/25/115000/2986726/1025/bunga-ungu-di-oro-oro-ombo-semeru-boleh-dipetik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s