Changed

When I was young, I thought definition of change is simple like someone be a spider-man or power rangers and now definition of change is very complicated. Changes in attitude, change of thinking, physical changes and other changes.  Can we accept change from everyone? I’m not sure can accept change from everyone.

Everyone has their own lifestyle, some are from good to bad or vice versa. And then I’m gonna ask the same question, can we accept change from everyone?

When you are faced with someone you really know better and now it turns out to be very annoying, what will you do? The answer is very simple, stay or leave.

Maybe if that person can’t be advised I will leave it.

we can not sue someone to turn into what we want, adjust or leave. -Rahma Widyanita-

Advertisements

Film Review: Room (2015)

images
Genre: Drama/Thriller

Film yang diangkat dari judul novel yang sama karangan Emma Donoghue ini bercerita tentang seorang wanita yang bernama Joy (Brie Larson) diculik oleh seorang pria tidak dikenal yang ia panggil dengan sebutan Old Nick (Sean Bridges). Joy dikurung disebuah gudang pengap selama 7 tahun dan sering mendapatkan kekerasan seksual, hingga melahirkan seorang anak laki-laki bernama Jack (Jacob Tremblay).

Jack tumbuh besar didalam gudang pengap dan tidak pernah keluar dari gudang tersebut. Jack dengan rambut panjangnya yang kini berusia lima tahun menganggap dunia hanya sebatas ibunya, semua perabotan rumah tangga dan Old Nick tentunya.

Suatu ketika Joy berpikiran untuk melarikan diri dimana Joy meminta anaknya untuk pura-pura sakit namun cara ini gagal. Kemudian Joy memikirkan cara yang lain yaitu meminta anaknya untuk pura-pura meninggal dan cara ini berhasil. Akhirnya mereka dapat keluar dari gudang pengap tersebut yang biasa mereka sebut room.

Keluar dari room tidak membuat Joy bahagia melainkan sebaliknya, Joy terlihat mendapat tekanan psikis yang luar biasa diantaranya mengahadapi trauma pasca penyekapan, ayah Joy tidak dapat menerima keberadaan Jack, menghadapi wartawan dan publik. Hal tersebut membuat dia menyerah untuk menjalani hidup.

Menurut saya, film ini mempunyai sudut pandang yang bagus dan akting yang memukau dari kedua pemain utamanya – Brie Larson dan Jacob Tremblay. Brie Larson, mulus saja menghantarkan emosi dari karakter Joy yang begitu rumit. Sebagai korban, Joy menampilkan ketakutan, kemarahan, frustasi, dan keinginan untuk bebas. Karakter ini beririsan dengan perannya sebagai seorang ibu penyayang yang kuat untuk menjadi tameng bagi anaknya. Dan Brie Larson, mengeksekusinya dengan begitu baik.

Sementara Jacob Tremblay sebagai Jack juga dengan sangat baik mengimbangi Brie Larson dengan emosi yang nyata. Demikian pula para pemain pendukung seperti Joan Allen dan William H. Macy, yang walau porsinya tak sebanyak Larson dan Tremblay, berhasil meninggalkan jejak berarti.

Film ini memenangkan 19 kategori diantaranya Best Actress di Golden Globe Award, BAFTA Award dan Piala Oscar! Film ini juga mendapatkan 26 nominasi Award.

Room mendapatkan rate 94 % dari Rotten Tomatoes dan I’ll give 5 thumbs for this movie.

Jadi buat kalian yang suka baperan, film ini recomended banget. Aku Jatuh cinta sama film ini. Beneran.

Film Review: “Better Watch Out” and “The Babysitter”

Setelah tiga bulan tidak ada waktu luang untuk mengutak-atik blog padahal ga punya ide. Well, today I’m so excited untuk nulis lagi. Weeeeeh judulnya iniloh kok sok pinter banget yak? review? emang tau apa soal dunia pe-review-an? bahaha. Saya engga ahli sih dalam hal review bisa dibilang ini review pertama saya haha.

Ok skip dan kita langsung aja mulai . . . .

BETTER WATCH OUT

images (1)
Genre: Thriller/Horror

Film ini release pada tanggal 06 Oktober 2017 yang bercerita tentang seorang anak yang berusia 12 tahun yang bernama Lucas (Levi Miller) akan ditinggal dinner oleh kedua orangtuanya di malam Natal. Kemudian orangtua sang anak menghubungi seorang gadis bernama Ashley (Olivia DeJonge) untuk menjaga anaknya, Lucas.

Setelah beberapa lama ditinggal orangtuanya pergi, mereka (Lucas dan Ashley) mendapatkan terror yang membuat mereka takut. Terror tersebut berupa temannya Lucas yang bernama Garriet terbunuh setelah meninggalkan rumah Lucas, seseorang melemparkan batu ke rumah Lucas dan seseorang masuk kerumahnya dan mengejar mereka dengan membawa senapan.

Terror tersebut tidak berjalan mulus dan ketahuan oleh Ashley, terror tersebut adalah ulah Lukas dan Garriet. Kemudian Ashley dibuat tidak sadarkan diri oleh Lucas karena telah mengetahui semuanya. Setelah Ashley tersadar, tubuhnya telah diikat di kursi.

Setelah itu, Lucas menghubungi pacar dan mantan Ashley – Ricky dan Jeremy. Dan dari situlah keadaan tragis dimulai, dimana Lucas mulai membunuh Ricky, Jeremy, Ashley bahkan Garriet (sahabatnya). Namun pada akhirnya hanya Ashley yang selamat.

Film ini mendapat 90 % dari Rotten Tomatoes and I’ll give four thumbs untuk film ini.

THE BABYSITTER

images (2)
Genre: Horror/Comedy

Film ini release pada tanggal 13 Oktober 2017 yang bercerita tentang seorang anak yang bernama Cole (Judah Lewis) akan ditinggal oleh orangtuanya ke Hyatt dan dia dijaga oleh seorang babysitter bernama Bee (Samara Weaving).

Cole terlihat nyaman saat dijaga oleh Bee. Namun saat menjelang tidur malam, Cole diberi minuman (sudah dicampur obat tidur) oleh Bee dan Cole pura-pura meminumnya agar dia tidak tertidur lelap dan dapat melihat apa yang dilakukan Bee saat dia tertidur.

Ketika Bee mengira Cole sudah terlelap, Bee mengundang empat temannya untuk berpesta. Dan Cole pun melihat apa yang terjadi, Bee mulai menusukkan dua pisau ke kepala salah satu temannya bernama Samuel hingga tewas dan mengambil darahnya untuk sebuah ritual.

Bee memerlukan darah lagi, yaitu darah milik Cole, dan Cole pun mendengarnya.  Ia mencoba menghubungi polisi dan memberitahukan apa yang sedang terjadi dirumahnya. Setelah darah Cole diambil, kemudian Cole berusaha melarikan diri namun sia-sia. Ia ditangkap dan diikat disebuah kursi.

Tidak lama setelah itu polisi datang dan saat itulah hal yang paling menakutkan untuk Cole dimulai. Teman-teman Bee mulai membunuh polisi, saat mengejar Cole salah satu teman Bee yang bernama John jatuh dari tangga dan lehernya tertusuk benda tajam dan tewas, kemudian teman Bee yang bernama Sonya juga terbunuh oleh ledakan petasan begitu juga dengan Max yang tergantung tidak sengaja saat mengejar Cole. Namun tidak dengan Allison (teman Bee yang masih hidup), dia dibunuh oleh Bee saat Allison mencoba membunuh Cole.

Dan pada akhirnya Bee tewas akibat ditabrak oleh Cole yang tengah berusaha menyelamatkan diri.

Film ini mendapat 56 % dari Rotten Tomatoes and I’ll give three thumbs untuk film ini.

Jadi ketika saya sedang menonton The Babysitter saya langsung teringat dengan film Better Watch Out itu sebabnya kenapa saya me-review kedua film ini berbarengan. Menurut saya, kedua film ini mempunyai alur cerita yang sama hanya saja yang membedakannya di pelaku pembunuhannya. Tapi kedua film ini bagus dan ga ngebosenin.

Buat kalian yang weekend engga tau pengen pergi kemana atau buat yang ga bisa tidur malam aku lebih saranin buat nonton Better Watch Out.

Finally kelar juga review ala kadarnya ini and see you.

Be a smart person before judging person or something.

Jangan buru-buru menarik kesimpulan dengan issues yang beredar. Ibarat penelitian untuk skripsi yang mesti di analisa dulu baru bisa ditarik kesimpulan. Dan lebih parahnya, ada yang tidak tahu persis issues tersebut malah ikut meramaikannya dengan cara memakai hastag (yang sedang anget-angetnya) di setiap postingannya.

Makin kesini, makan banyak orang yang menjadi (sok) kritis. Entah itu memang benaran tahu atau hanya sekadar ikut-ikutan. Melihat orang-orang yang ikut-ikutan ini yang kasihan. Ketika banyak pertanyaan yang ditujukan ke orang tersebut dia bingung mau menjawab apa, karena memang dia tidak tahu persis. Tidak jarang pula ada yang mencoba menjawab tetapi jawabannya ngalor ngidul, entah kemana arah pembahasannya. Ujung-ujungnya apa yang didapat ? syukur-syukur dapat pujian nah kalau dapat hujatan gimana? yang rugi siapa? diri sendiri.

Orang-orang yang (sok) kritis ini hampir rata-rata denial person, mau mengkritisi tapi tidak mau dikritisi karena meraka merasa merekalah yang paling benar. It isn’t fair, right?

Be a smart person before judging person or something.

smart-person
Source: pinterest

Semoga Allah …

“Semoga Allah mengetuk pintu hatimu agar segera mengetuk pintu rumahku untukku.” Pintamu di sepertiga penghujung malam.

Di belahan bumi lainnya, ternyata ada yang juga melantunkan do’a untuk memintamu.

“Semoga Allah membuka pintu hatimu agar segera membuka pintu rumahmu untukku.”

Do’a yang saling bersahutan. Perjumpaannya di lapis langit. Pelantunnya di bumi dipenuhi harap sembari menyiapkan kelapangan hati jika yang diminta diberikan jawaban lain oleh-Nya.

 

 

 

Source: http://ahmadshofwan.tumblr.com

Prioritas

Sebenarnya saya ga tahu sekarang prioritas saya ini apa dan siapa?

Akhir-akhir ini saya senang mengerjakan pekerjaan orang lain yang menurut orang tersebut dia ga bisa menyelesaikannya.

Sibuk dengan urusan orang lain yang dipercayakan ke saya itu memang menyita waktu saya sampai-sampai saya mengesampingkan urusan pribadi.

Orang lain atau diri sendiri?

Dulu dengan berjuta-juta rasa egois saya, saya menjawabnya diri sendiri baru orang lain yang menurut analogi saya “jika kita sudah menyelesaikan urusan diri sendiri maka kita pasti sanggup menyelesaikan urusan orang lain”. Tapi sekarang sudah berubah saya sekarang lebih senang menyelesaikan urusan orang lain yang memang dilimpahkan ke saya.

Jadi prioritas saya orang lain? entahlah

Yang jelas “Sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna untuk orang lain”, bukan begitu?.

Balada E-ktp

Kartu tanda penduduk atau yang disingkat ktp ini wajib dimiliki oleh setiap orang yang usianya sudah 17 tahun ke atas. Kalau ga punya ktp ya gapunya identitas, gitulah kira-kira.

Dulu ketika saya tamat SMA tahun 2012 dan mengurus ktp masih mudah dan tidak rumit, hanya menyerahkan fotokopi kartu keluarga dan di foto pada saat itu juga, ktp sudah jadi dan diambil 3 hari atau paling lama seminggu kemudian. Namun sekarang? Ya ampun rumitnya ga ketulungan.

Dari akhir tahun lalu sekitar bulan  oktober saya datang ke kantor kepala desa dekat rumah saya, saya ingin ngurus e-ktp dan mereka bilang sekarang blanko lagi kosong dan awal november blanko ada. Awal november saya datang, mereka bilang awal desember. Trus awal desember saya datang, mereka bilang akhir desember dan akhir desember saya datang lagi dan mereka bilang awal tahun 2017.

Pertengahan bulan januari 2017 saya datang lagi, kemudian mereka menjawab pertengahan februari begitu seterusnya sampai akhir  bulan april saya datang kembali dan mereka tetap bilang BLANKO MASIH KOSONG!. Terbuat dari apasih blanko ini sampai segini limited edition-nya, mau sampai kapan ngurus e-ktp susah ? sampai negara api menyerang? atau sampai kutub utara jadi padang pasir?

Setelah blanko ada, eh kehabisan lagi e-ktp saya belum keluar lagi sampai harus ngurus surat keterangan pengganti ktp lagi. Ketika saya tanya (lagi) kapan ktp saya dicetak? dan mereka menjawab datanya masih invalid jadi belum bisa dicetak. Padahal kan ya dari situs resmi e-ktp menyebutkan bahwa pembuatan e-ktp itu mudah dalam jangka waktu 2 minggu sudah selesai, apaan 2 minggu 2 bulan aja belum tentu selesai.

Disaat negara lain sudah sibuk mengirim astronot ke Mars, negeri ini masih disibukkan dengan ribetnya pembuatan e-ktp. Hanya Allah yang tau dibalik ini semua.